Jumat, 12 Oktober 2012

CBIS dan SISTEM PAKAR


 
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Computer Based Information System (CBIS) merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Penerapan sistem informasi akuntansi berbasis komputer misalnya merupakan salah satu alternative jawaban yang tepat jika pihak manajemen menginginkan suatu sumber informasi yang dapat menghasilkan masukan sesuai yang diinginkan. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah (1) Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi, (2) informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan, (3) sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut, (4) sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya,sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya, (5) sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Adapun subsistem dari CBIS itu sendiri yaitu : sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, sistem pendukung keputusan, automasi kantor, dan sistem pakar. Dalam beberapa hal, nilai CBIS juga dapat dipertimbangkan dari siklus CBIS. Tiap subsistem CBIS menyerupai suatu organisme hidup yaitu : lahir, bertumbuh, menjadi matang, berfungsi dan akhirnya mati. Manajer yang mengelola CBIS ialah manajer bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memelihara CBIS, dalam beberapa situasi manajer harus dapat mengerjakan semua tugas tanpa bantuan, spesialis informasi memberikan bantuan teknis jika diperlukan, CBIS akan dikembangkan manajer harus merencanakan life cycle dan kemudian mengontrol para spesialis.
Penggunaan CBIS mempunyai waktu beberapa bulan atau beberapa tahun saja setelah itu dilakukan pembaharuan sistem. CBIS merupakan salah satu contoh sistem yang dibuat melalui penggunaan hidup sistem. Sistem sudah dapat dioperasikan sesuai dengan harapan dari pembuat sistem. Penerapan  CBIS yaitu manajer dari unti organisasional dimana komputer tersebut diterapkan serta manajer yang merencanakan siklus hidup dan mengatur spesialis informasi yang terlibat.
Pada perinsipnya komputer diciptakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pekerjaan manusia dengan automatisasi  pemecahan masalah dapat dilakukan. Awal komputer diciptakan hanya sebatas memudahkan manusia untuk melakukan penghitungan yang membutuhkan ketelitian dan keakuratan. Seiring perkembangan zaman komputer juga mengalami perkembangan yang pesat dalam hal teknologi yang digunakan, dengan perkembangan komputer yang lebih baik manusia mengharapkan computer tidak hanya bisa menyelesaikan permasalahan manusia dalam hal penghitungan matematika (Aritmatika) saja, akan tetapi permasalahan manusia yang berhubungan dengan logika yang tidak tersteruktur bisa diselesaikan oleh komputer.
Sistem pakar dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh Artificial Intelligence Corporation. Periode penelitian ini didominasi oleh suatu keyakinan bahwa nalar yang digabung dengan komputer canggih akan menghasilkan prestasi pakar atau bahkan yang melebihi prestasi manusia. Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemrograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah. Sistem pakar dapat mengumpulkan dan menyimpan pengetahuan seorang pakar atau beberapa orang pakar ke dalam komputer, pengetahuan tersebut kemudian digunakan oleh siapa saja yang memerlukan tetapi dalam perkembangannya terutama di Indonesia sistem pakar sangat jarang dimanfaatkan untuk membantu dalam memecahkan suatu masalah. Salah satu indikasinya yaitu kurangnya sosialisasi kepada khalayak umum serta tingkat kekhawatiran dan ketakutan yang terlalu berlebihan dari pakar.
Jadi kesimpulannya adalah pada prinsipnya komputer diciptakan untuk membantu manusia dalam menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan pekerjaan manusia dengan automatisasi  pemecahan masalah dapat dilakukan. Awal komputer diciptakan hanya sebatas memudahkan manusia untuk melakukan penghitungan yang membutuhkan ketelitian dan keakuratan. Computer Based Information System (CBIS) merupakan suatu sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem pembangkit informasi. Adapun subsistem dari CBIS itu sendiri yaitu : sistem informasi akuntansi, sistem informasi manajemen, sistem pendukung keputusan, automasi kantor, dan sistem pakar.

 sumber :



Sabtu, 06 Oktober 2012

ARSITEKTUR KOMPUTER - KOGNISI MANUSIA



Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer.
Arsitektur komputer juga dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah computer yang memenuhi kebutuhan fungsional.

Jenis-jenis arsitektur computer antara lain : (1). komputer SISD yaitu kemampuan mesin sekuensial dalam menjalankan eksekusi program setiap operasi aritmatika, (2) komputer SIMD yaitu prosessor yang masing-masing prosessornya dihubungkan dengan memori lokal sehingga data dan program dapat disimpan, (3) komputer MISD yaitu untuk mengeksekusi program menunjukkan bahwa pada setiap saat, satu data dari memori dioperasikan oleh setiap prosessor menurut instruksi-instruksi dari setiap unit, (4) komputer MIMD yaitu prosessor-prossesor nya saling bekerja sama dalam unit input-output dan memori utama.
Adapun kelebihan kelebihan arsitektur komputer : (1) memiliki prosessor yang berjumlah lebih dari satu, (2) bisa digunakan oleh banyak pengguna, (3) dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan, (4) menggunakan teknologi time sharring, (5) kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS.
Selain kelebihan ada juga kekurangan asritektur komputer : (1) karena ukurannya yang besar maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya, (2) harganya sangat mahal, (3) interface dengan pengguna masih menggunakan teks, (4) kerjanya sangat lama, (5) membutuhkan daya listrik yang sangat besar.
Klasifikasi arsitektur komputer menurut Von Neumann yaitu (1) mempunyai subsistem hardware dasar yaitu sebuah CPU, (2) merupakan stored program komputer, (3) menjalankan instruksi secara berurutan, (4) mempunyai jalur (path) bus antara memori dan CPU.
Mengukur kualitas arsitektur komputer : (1) generalitas yaitu ukuran besarnya jangkauan aplikasi yang bisa cocok dengan arsitektur, (2) daya terap yaitu pemanfaatan arsitektur untuk penggunaan, (3) efisiensi yaitu ukuran rata-rata jumlah hardware dalam komputer yang selalu sibuk selama penggunaannya biasa, (4) kemudahan penggunaan yaitu ukuran kesederhanaan bagi programmer sistem untuk mengembangkan atau membuat software untuk arsitektur tersebut, (5) daya kembang yaitu ukuran kemudahan bagi perancang untuk meningkatkan kemampuan arsitektur.
Arsitektur komputer juga berhubungan dengan ilmu psikologi. Psikologi pembelajaran kognitif mengatakan bahwa perilaku manusia tidak ditentukan oleh stimulus yang berada diluar dirinya, melainkan oleh faktor yang ada pada dirinya sendiri. Faktor-faktor internal itu berupa kemampuan atau potensi yang berfungsi untuk mengenal dunia luar, dan dengan pengenalan itu manusia mampu memberikan respon terhadap stimulus. Berdasarkan pada pandangan itu teori psikologi kognitif memandangbelajar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi terutama pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Dengan kata lain, aktivitas belajar manusia ditentukan pada proses internal dalam berpikir yakni pengolahan informasi.
Teori belajar kognitif merupakan suatu teori belajar yang lebih mementingkan proses daripada hasil belajar itu sendiri. Bagi penganut aliran ini, belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respons. Namun lebih dari itu, belajar melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Dalam perspektif psikologi kognitif, belajar pada asasnya adalah peristiwa mental, bukan peristiwa behavioral yang bersifat jasmaniah meskipun hal-hal yang bersifat behavioral tampak lebih nyata dalam hampir setiap peristiwa belajar siswa. Pendekatan psikologi kognitif lebih menekankan arti penting proses internal, mental manusia. Dalam pandangan para ahli kognitif, tingkah laku manusia yang tampak, tak dapat diukur dan diterangkan tanpa melibatkan proses mental, seperti : motivasi, kesengajaan, keyakinan dan sebagainya.
Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang member pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.
Adapun fungsi-fungsi kognisi antara lain : (1) atensi merupakan pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia, (2) kesadaran meliputi perasaan sadar maupun hal yang disadari yang mungkin merupakan focus dari atensi, (3) persepsi biasanya dikatakan sebagai cara pandang namun persepsi lebih tepatnya merupakan rangkain proses pada saat mengenali, mengatur dan memahami, (4) ingatan merupakan dimana saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini.
Selain fungsi ada juga aspek-aspek terhadap kognisi manusi antara lain : (1) berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu, (2) sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi, (3) ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.
Bloom membagi membagi kemampuan kognisi manusia ke dalam 6 tingkatan yaitu (1) tingkat pengetahuan adalah berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb, (2) tingkat pemahaman adalah dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, table, diagram, arahan, peraturan, (3) tingkat aplikasi adalah seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur , metode, rumus, (4) tingkat analisis adalah seseorang mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi kedalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola, (5) tingkat sintesa adalah mampu menjelaskan struktur dari skenario yang sebelumnya tidak terlihat, (6) tingkat evaluasi adalah kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi dengan menggunakan criteria yang cocok.
Hubungan antara arsitektur komputer dengan kognisi manusia
Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer juga dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah computer yang memenuhi kebutuhan fungsional. Model kognitif merupakan suatu model yang berhubungan dengan sistem interaktif yang memodelkan aspek pengguna, seperti pemahaman, pengetahuan, tujuan, dan pemrosesan. Kategorisasi khusus model ini adalah kompetensi kinerja, selera komputasi, tanpa disertai pembagian yang jelas. Banyak model mengguanakan pemrosesan mental dimana user mencapai tujuan dengan memecahkan sub tujuan secara divide-and-conquer.

Sumber :
http://deceng.wordpress.com/2008/06/09/teori-belajar-kognitif/
http://fisikaumm.blogspot.com/2009/01/psikologi-pembelajaran-kognitif.html




Selasa, 25 September 2012

Informasi, Sistem dan Psikologi


INFORMASI, SISTEM dan PSIKOLOGI
Menurut Robert Murdik (1973). Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut  Zulkifli  (1977), informasi adalah aat bantu untuk mengurangi ketidakpastian. Makin besar bantuannya untuk mengurangi ketidakpastian makin tinggi nilai informasi tersebut.
Adapun ciri-ciri informasi antara lain adalah (1) benar atau salah yaitu berhubungan dengan realitas atau tidak, informasi dapat sama sekali baru dan segar bagi penerimanya, (2) tambahan yaitu informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada, (3) korektif yaitu informasi dapat menjadi korektif atas infomasi yang salah, (4) penegas yaitu informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada.
Selain ciri-ciri juga terdapat kualitas dari informasi itu sendiri adalah akurat yaitu (1) informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya, (2) tepat pada waktunya yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, relevan yaitu informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.
Jenis – jenis informasi ada 2 sebagai berikut : formal yaitu informasi yang dihasilkan dalam informasi, informal yaitu informasi yang dihasilkan diluar informasi.
Informasi dapat dikatakan baik jika memiliki kriteria dan karakteristik sebagai berikut: (1) information must be pertinent yaitu informasi harus berhubungan. Pernyataan informasi harus berhubungan dengan urusan dan masalah yang penting bagi penerima informasi (orang yang membutuhkan informasi tersebut), (2) information must be accurate yaitu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak memiliki bias atau menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya. Keakuratan informasi seringkali bergantung pada keadaan, (3) information must be timely yaitu informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan, (4) relevan yaitu informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda
Biasanya sering kita dengar selain informasi juga ada sistem, sistem itu sendiri adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks.
Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat sistem yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
Sedangkan menurut Scott (dalam Hanif Al Fatta, 1996) sistem terdiri dari beberapa unsur seperti masukan (input), pengolahan (processing), serta keluaran (output).
Adapun ciri pokok sistem menurut Gapspert ada 4 yaitu (1) sistem itu beroperasi dalam suatu lingkungan, (2) terdiri atas unsur-unsur, (3) ditandai dengan saling berhubungan, (4) mempunyai satu fungsi atau tujuan utama.
Karakteristik sistem adalah (1) komponen yaitu suatu sistem terdiri dari komponen yang saling berinteraksi , artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen - komponen dari suatu sistem biasanya dikenal dengan subsistem, (2) batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem yang satu dengan sistem lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Dengan adanya batas sistem ini maka sistem dapat membentuk suatu kesatuan, karena dengan batas sistem ini fungsi dan tugas dari subsistem yang satu dengan lainnya berbeda tetapi tetap saling berinteraksi, (3) lingkungan luar sistem yaitu segala sesuatu diluar dari batas sistem yg mempengaruhi operasi dari suatu sistem disebut lingkungan luar sistem (environment). Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan atau merugikan, (4) penghubung sistem merupakan suatu media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya untuk membentuk satu kesatuan, sehingga sumber-sumber daya mengalir dari subsistem yang satu ke subsistem lainnya, (5) sasaran sistem dan tujuan sistem yaitu setiap sistem pasti mempunyai tujuan ataupun sasaran yang mempengaruhi input yang dibutuhkan dan output yang akan dihasilkan.
Selain itu sistem juga dapat diklarifikasikan menurut Kusrini (2007) yaitu (1) sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem abstrak adalah suatu sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik, sistem alamiah dan sistem buatan manusia, (2) sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia, (3) sistem tertentu dan sistem tak tentu.Sistem tertentu adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat sedangkan sistem tak tentu adalah sistem dengan perilaku ke depan yang tidak dapat diprediksi, (4) sistem tertutup dan sistem terbuka. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh oleh lingkungan luar atau otomatis sedangkan sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh ligkungan luar.
Sebagai pengguna sistem informasi yang ada, psikologi juga dapat berperan didalamnya. Ilmu psikologi sudah dikenal jauh pada masa yunani kuno yakni pada jamannya Aritoteles. Pada waktu itu ilmu psikologi dikenal dengan ilmu jiwa yang artinya ilmu untuk  kekuatan hidup. Dalam pandangan Aritoteles, ilmu jiwa dipandang sebagai ilmu mempelajari tentang gejala kehidupan. Dalam setiap kehidupan ada unsur jiwa yang mengisi kehidupan tersebut.
Psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan pola pikir yang berusaha mengendalikan mental dan tingkah laku manusia.
Ditinjau dari segi obyeknya psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan besar yaitu : (1) psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia, (2) psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan yang umumnya lebih tegas disebut psikologi hewan.
Sedangkan jika dilihat dari ruang lingkupnya, psikologi digolongkan ke dalam dua bagian yaitu : (1) psikologi umum adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari perilaku manusia pada umumnya yang dewasa, normal dan beradab, (2) psikologi khusus adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segisegi kekhususan dari perilaku manusia. Psikologi khusus ini bermacam-macam antara lain psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi kepribadian, psikologi industri, psikopatologi.
Dalam bidang pendidikan juga berkembang psikologi belajar, psikologi mengajar, psikologi inteligensi, psikologi motivasi dan sebagainya sedangkan psikologi perkembangan sering disebut psikologi genetik karena memang bidang cakupnya bersangkutan dengan asal usul dan hakikat dan pertumbuhan suatu tingkah laku.

KESIMPULAN
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Adapun ciri-ciri informasi antara lain adalah benar atau salah, tambahan, korektif, dan penegas sedangkan sistem adalah merupakan seperangkat sistem yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan. Karakteristik sistem itu sendiri adalah komponen, batas sistem, lingkungan luar sistem, penghubung sistem, serta sasaran sistem dan tujuan sistem. Psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan pola pikir yang berusaha mengendalikan mental dan tingkah laku manusia. Dilihat dari segi obyeknya psikologi dibedakan dalam dua golongan yaitu psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia serta psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan.

SUMBER :
Amsyah, zulkifli. (1977). Manajemen sistem informasi.  Jakarta: PT gramedia pustaka utama.
http://fekon.untad.info/index.php?option=com_content&view=article&id=5:karakter-informasi&catid=1:latest-news&Itemid=50
Fatta, hanif. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Kusrini. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft sql selve. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Gunarsa. (2008). Dasar dan teori perkembangan anak. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.


























Kamis, 12 April 2012

Terapi Eksistensial pada depresi


Depresi adalah masalah yang dialami banyak orang pada berbagai usia dan kelas sosial. Depresi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti peristiwa besar dalam hidup (perceraian, kematian orang yang dicintai, pindah tempat tinggal, kehilangan pekerjaan dll), terkena penyakit berat, serta dampak obat-obatan dan narkoba.
Kebanyakan yang mengalami depresi adalah wanita dibandingkan pria. Karena wanita lebih memiliki sifat sensitifitas yang tinggi dalam menerima atau menyelesaikan masalah dibandingkan pria.  Disaat wanita menghadapi suatu masalah yang sulit diselesaikan terkadang memilki pemikiran negative seperti ingin mati dengan cara bunuh diri di tempat umum karena ia merasa tidak dapat menyelesaikan masalah nya dan tidak mempunyai tujuan hidup.
Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang bersaha memahami kondisi manusia sebgaimana memanifestasikan dirinya di dalam situasi-situasi kongkret. Kondisi manusia yang dimaksud bukanlah hanya berupa ciri-ciri fisiknya (misalnya tubuh dan tempat tinggalnya), tetapi juga seluruh momen yang hadir pada saat itu (misalnya perasaan senangnya, kecemasannya, kegelapannya, dan lainnya). Manusia eksistensial lebih sekedar manusia alam (suatu organisme/alam, objek) seperti pandangan behaviorisme, akan tetapi manusia sebagai “subjek” serta manusia dipandang sebagai satu kesatuan yang menyeluruh, yakni sebagai kesatuan individu dan dunianya.
Di samping itu, konseling eksistensial didasarkan pada model pertumbuhan dan mengkonsepkan kesehatan dan bukan keadaan sakit atau penyakit. Klien tidak dipandang sebagai seorang yang sakit, melainkan sebagai orang yang bosan hidup atau merasa enggan menjalani kehidupan.Klien harus aktif dalam kegiatan proses konseling, oleh karena selama sesi konseling mereka harus menentukan jenis rasa takut, rasa bersalah, dan kecemasan yang akan mereka eksplorasi. Di samping itu, klien juga berperan dalam mengambil keputusan untuk masuk dalam kegiatan konseling.

Daftar Pustaka
http://majalahkesehatan.com/mengenal-gejala-dan-tanda-depresi/ 
Corey, Gerald. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi (terj.) (Bandung: Eresco,1988).


Senin, 12 Maret 2012

Terapi untuk depresi


PSIKOTERAPI
Orang sering beranggapan bahwa stress sama dengan depresi tetapi kenyataannya sangat berlainan sebab stress hanyalah salah satu penyebab terjadinya depresi. Jadi bisa dikatakan bahwa depresi lebih dari sekedar stress.
Terapi untuk orang depresi :
1.      Dianjurkan pergi ke dokter terlebih dahulu untuk memeriksakan diri secara keseluruhan dan bicarakan gejala yang mucul sehingga memperoleh penanganan yang tepat.
2.      Istirahat dari rutinitas artinya melakukan aktifitas yang menyenangkan seperti rekreasi, relaksasi,dll.
3.      Bicarakan (sharing) artinya setiap ada masalah dengan teman atau rekan atau siapa saja yang paling memahami.
4.      Latihan relaksasi yaitu untuk mengurangi ketegangan dan rutinitas hidup kemudian tidur yang cukup.
5.      Pahami perasaan sendiri, untuk menemukan masalah dan pikirkan solusi yang tepat.
6.      Kelola dan atasi stress yang berlebihan khususnya saat mengalami perasaan sedih, marah dan sebagainya.

Selain terapi diatas masih ada terapi lain yaitu :
ü  Terapi Psikodinamik
Dalam terapi ini, pasien jarang berbohong kepada terapis. Selain itu, sesinya lebih jarang (biasanya hanya sekali seminggu) dan pengobatannya lebih singkat (kadang setahun atau kurang). Pasien tidak akan digali sedalam psikoanalisis. Tapi penanganan masih fokus pada bawah sadar, perkembangan kepribadian, serta hubungan antara terapis dan pasien.
ü  Terapi  kognitif
Pola pikiran negatif bisa menyebabkan depresi dan kecemasan. Dan untuk mengatasi masalah ini, pasien bisa mengikuti terapi kognitif.
Selama terapi, pasien akan belajar mengenali pikiran-pikiran yang membahayakan atau pikiran yang tidak rasional dan mengganti pikiran tersebut dengan pikiran yang lebih membangun.
Berbeda dengan psikoanalisis, terapi kognitif diarahkan untuk memecahkan masalah yang ada di depan mata. Terapi ini singkat (umumnya 16 minggu atau kurang) dan sangat berstruktur, dengan rencana pelajaran spesifik untuk setiap sesinya. Selain itu, terapi ini juga melibatkan pekerjaan rumah. Terapis kemungkinan meminta pasien untuk mengenali dan mencatat mood atau mempraktikkan cara berpikir baru.
ü  Terapi perilaku

Sama seperti terapi kognitif yang mengatasi pikiran negatif, terapi perilaku ini bisa membantu mengatasi masalah dengan mengubah perilaku.
Sebagai contoh, salah satu teknik yang umum digunakan untuk mengatasi kecemasan dan fobia adalah desensitisasi. Dalam teknik ini, pasien secara bertahap dipapar atau diminta membayangkan situasi yang membuat mereka takut. Dengan cara ini, pasien menjadi lebih nyaman dengan situasi tersebut.
Terapi perilaku seringkali dipadukan dengan terapi kognitif, yang dikenal dengan nama cognitive-behavioral therapy (CBT). CBT merupakan istilah yang merujuk kepada metode-metode yang dipadukan dengan kedua teknik tersebut.
ü  Terapi interpersonal
Dalam terapi yang singkat dan fokus ini, pasien diminta secara teliti memeriksa hubungan mereka dengan keluarga, teman, teman kerja, serta orang-orang dekat lainnya. Hal ini bertujuan memecahkan           konflik interpersonal,             memperbaiki    komunikasi, dan membangun jaringan pendukung yang solid.
ü  Terapi pengalaman/experiental terapy
Dalam terapi ini, Anda akan belajar membedakan respon emosional yang sehat dari respon yang berbahaya.Tapi berbeda dengan terapi lain (di mana hubungan pasien dan terapis tetap netral), terapi ini ditandai dengan hubungan suportif dan empati yang ditumbuhkan terapis dengan pasien. “Jika merasa dipahami dan merasakan kehangatan dari terapis, pasien akan merasa lebih baik.”

Sumber :